Wasiat Terlarang (Bagian Kedua)

1986 Viewed

13-wasiat-terlarang Melanjutkan artikel sebelumnya Wasiat Terlarang (Bagian Pertama), bagi yang belum memahami atau mungkin belum membaca sama sekali, bacalah terlebih dahulu biar nyambung sebelum membaca 8 wasiat selanjutnya.

Apa saja 8 Wasiat Terlarang selanjutnya? simak baik-baik ya..

Isi 13 Wasiat Terlarang

Wasiat #6 : abaikan Gutenberg, sambutlah Spielberg

Dalam wasiat keenam, Ippho membahas masalah visual. Sesuatu yang berhubungan dengan logo, desain, keindahan. Karena visual mempunyai kesan sendiri dan dapat lebih mengena dihati. Oleh karena itu mengapa film lebih laris daripada buku. Kita dapat lihat bagaimana Steven Spielberg mengutamakan special efek tinggi di setiap filmnya. Ya semua karena visual. Intinya wasiat keenam: VISUAL.

Wasiat #7 : gumamkan jingle, senandungkan lullaby

Wasiat ketujuh ini membahas tentang musik atau jingle yang mana ketika seorang mendengarnya maka akan tahu jingle ini milik dari sebuah produk. Musik memang sangat berpengaruh pada jiwa manusia sehingga menggabungkan produk anda dengan musik adalah teknik pemasaran yang amat jitu. Intinya wasiat ketujuh : MUSIC.

Wasiat #8 : lihatlah yang tak terlihat

Judul mungkin seperti dukun, melihat yang tak terlihat. Tapi yang dimaksud disini adalah intuisi. Agar sebuah produk menjadi hebat maka perlu sebuah imajinasi, visi dan intuisi. Intuisi sangat penting karena seperti ilham, tiba-tiba saja terbesit dalam hati untuk memilih, dan nyatanya memang benar pilihan tersebut. Dalam memilih pasangan-pun juga butuh intuisi, “kayaknya orang ini cocok sama saya”. Bagaimana agar intuisi dapat menjadi tajam? salah satunya adalah pengalaman dapat mempertajam intuisi. Intinya wasiat kedelapan adalah : INTUITION.

Wasiat #9 : urailah lima jenis sintesis

Apa maksud dari sintesis itu? Dalam buku 13 Wasiat Terlarang dikatakan bahwa sintesis itu ada 5 : generalist, crosser, tricker, connector, detector. Digambarkan kelimanya kedalam tipe-tipe manusia. Generalist, orang yang lihai dan piawai menjalani sejumlah bidang sekaligus. Croser, tipe orang yang meninggalkan satu bidang, melintas ke bidang lain (serta berhasil dibidang yang baru). Tricker, tipe orang yang gesit menyongsong ketidakurutan, ketidakteraturan dan bahkan ketidakpastian. Connector, tipe orang yang jago menghubungkan hal-hal yang mulanya tidak ada hubungan sama sekali. Detector, tipe orang yang jeli mengurai pola-pola yang kompleks. Inti dari wasiat kesembilan adalah : SYNTHESIS.

Wasiat #10 : jangan berkata-kata sama sekali

Kelihatannya seperti menyampaikan sesuatu tanpa berkata apa-apa. Talk less do more. Lebih tepatnya berempati. Kita melakukan apa yang dibutuhkan orang. Seperti jargon Nokia “Teknologi yang mengerti Anda”. Seorang penjual harus mempunyai empati, harus rela mendengarkan apa yang diinginkan oleh pelanggannya. Tidak hanya saat menjual, saat menulis atau menelpon juga perlu empati. Inti dari wasiat kesepuluh adalah : EMPATY.

Wasiat #11 : booking tiket ke Bali dan Jogja

Wasiat kesebelas ini membahas masalah keramahtamahan. Ippho mengajak pembaca untuk beramahtamah kapanpun dan dimanapun walau menghadapi konsumen yang sulit sekali. Keramahan adalah ciri khas orang Indonesia. Keramahan membuat para turis rela bolak-balik ke Indonesia. Keramahan adalah kunci sukses anda. Inti dari wasiat kesebelas adalah : HOSPITALITY.

Wasiat #12 : jangan sekedar meminta, bersyukurlah

Dalam agama Islam diajarkan agar selalu bersyukur. Bagi orang Islam jelas tidak asing dengan kata syukur. Dalam Alqur’an diajarkan agar bersyukur disetiap saat. Ditegaskan, derajat paling tinggi orang bersyukur adalah ketika ia terkena musibah dan bersyukur. Dalam buku lainnya, “The Secret” dibahas tentang masalah bersyukur (penulisnya adalah orang barat). Bersyukur itu membuka pintu rizki, bersyukur dapat membuka pintu hikmah. Intinya wasiat keduabelas adalah : GRATITUDE.

Wasiat #13 : akhirnya, ayunkan tongkat musa

Ipho membahas tentang pemaknaan hidup. Hidup tidak hanya untuk mencari materi saja, melainkan juga harus memberi porsi untuk spiritual. Sehingga tidak menempatkan matrealitas sebagai nilai mutlak atau tertinggi. Tetapi ada porsi untuk spritualitas juga. Bisa dicontohkan seorang pengusaha tidak hanya mencari laba semata, tetapi juga memberi bantuan kepada anak yatim, fakir miskin, membangun masjid, yayasan yatim piatu dan lain-lain. Disini penulis memisalkan matrealitas sebagai tingkat Harry Potter. Sedang spritualitas adalah tongkat Nabi Musa. Intinya : MEANING.

Selesai sudah 13 Wasiat Terlarang ala Ipho Santosa. Jangan lupa selalu action-kan diri Anda semua.

prev-next.jpg

Wasiat Terlarang (Bagian Pertama)

prev-next.jpg

10 Ciri Pemimpin Yang Baik

Related posts
Trackbacks/Pingbacks
  1. MasluhJamil.Com » Blog Archive Wasiat Terlarang (Bagian Pertama) - 13 February 2014

    […] Untuk wasiat selanjutnya akan saya uraikan pada postingan Wasiat Terlarang (Bagian Kedua). […]

Leave a Reply