Upload WordPress Offline Localhost ke Online Internet

1010 Viewed

wordpressSetelah selesai membuat blog pribadi yang kita modifikasi tampilan maupun konten yang telah berhasil kita buat di wordpress. Langkah selanjutnya kita ingin meng-online-kan blog kita ke internet.
Langkah yang paling utama dan utama ada, kita mencari webserver berbayar yang mendukung wordpress (sekarang hampir sebagian besar webserver mendukung wordpress). Setelah menemukan yang cocok dan pas di hati (bisa dari harganya, support teknisnya, maupun karna gratisannya), kita baru bisa menguploadnya.

Mengupload dalam artian memindahkan wordpress di PC lokal (localhost) ke server online (internet). Beberapa konfigurasi yang perlu diubah, yaitu:
1. mengedit file wp-config.php,
2. mengekspor database dari server lokal,
3. mengimpor database ke server online,
4. upload file-file WordPress,
5. mengedit tabel database untuk alamat URL

1. Membuat Database di server Web Online
Membuat database ini sama dengan cara membuat database pada komputer local (localhost), hanya saja ini kita lakukan di server online.

2. Mengedit File wp-config.php di Server PC Lokal Anda
Edit file wp-config.php sehingga settingannya juga harus diedit dengan mengedit : ‘namadatabase’, ‘namapengguna’, ‘katasandi’, dan ‘localhost’ (nama localhost diganti dengan nama MySQL host yang diberikan server online Anda, atau biarkan default bila tidak ada. Jika dibiarkan default dan saat penginstallan wordpress tidak berhasil, kemungkinan Anda harus mengganti “localhost’ dengan nama host Anda).

3. Ekspor Database dari Server Offline

  1. XAMPP Control Panel dijalankan
  2. Browser dijalankan, ketikkan http://localhost/phpmyadmin
  3. Dipilih database yang Anda gunakan untuk WordPress Anda. Dalam pelajaran sebelumnya kita membuat database dengan nama ‘wp_wordpress’. klik nama database.
  4. Klik [Export]
  5. Beri tanda pada [save as file] pada bagian bawah. Pastikan jenis file SQL terseleksi. Klik [Go]
  6. Browser akan mendownload file wp_wordpress.sql yang Anda buat tadi. Simpan file sql tersebut untuk langkah selanjutnya.
  7. Export database selesai

4. Edit Database [wp_wordpress.sql] hasil Eksport
Setelah database yang kita eksport tadi sudah kita simpan, lalu buka (edit) file wp_wordpress.sql dengan menggunakan editor php (bisa juga menggunakan notepad). Setelah terbuka lalu klik menu [Edit] -> [Replace] atau dengan menekan tombol [Ctrl+H]. Pada contoh ini, pada “Find What” tulis alamat local, misal; http://localhost/wordpress lalu pada “Replace With” tulis alamat online, misal http://www.namawebsite.com lalu klik [Replace All]

5. Import Database

  1. Masuklah ke Control Panel server online Anda.
  2. Klik phpMyAdmin
  3. Cari database yang sudah Anda buat sebelumnya. misalkan nama databasenya ‘username_namadb’.
  4. Terlihat bahwa database masih kosong. [Klik Import]
  5. Pada bagian “File to Import” Klik “Browse”, cari file dbwordpress.sql tadi, setelah itu klik [Go].
  6. Tunggu sampai proses upload sukses.
  7. Setelah import database sukses, kita siap mengupload file-file WordPress kita ke server online.
  8. Import database selesai.

6. Upload File-File WordPress
Membuat folder khusus di server web online. Di bawah folder public_html atau htdocs buatlah folder misalnya “blog”. Untuk upload file-file ke server online Anda dapat menggunakan cPanel atau program FTP seperti FileZilla. cPanel seharusnya sudah disediakan server online Anda. Kalau FileZilla, Anda bisa mengunduhnya di http://filezilla-project.org.
Install FilleZilla tersebut di PC. Cara menggunakannya cukup mudah seperti Anda menggunakan program Explorer yang lain. Untuk menyetelnya Anda tinggal mengisi Nama Host[Mesin:] dengan nama host Anda atau nama situs Anda (misalnya: www.domainAnda.com), Nama Pengguna[Username:] dengan username di server Anda, dan [Password:] dengan password untuk login ke cPanel. Untuk [Port:] biarkan tidak diisi.

Pindahkan/copy (baca: upload) file-file WordPress (pastikan sudah mengandung file wp-config.php yang sudah diedit dengan benar) ke direktori public_html atau htdocs. Caranya sama seperti yang telah dibahas sebelumnya. File-file WordPress ini adalah yang terdapat pada server Offline Anda di direktori xampp\htdocs\wordpress. Dengan ‘wordpress’ dalam contoh ini adalah folder yang berisi file-file wordpress Anda, Anda bisa saja menggunakan nama yang berbeda kan? Jangan menggunakan file-file WordPress lain atau baru diunduh karena tidak akan klop dengan databasenya.

Kalau memakai FileZilla, caranya lebih mudah tinggal copy/paste atau drag&drop. Kalau ukuran filenya cukup besar dan terdiri atas banyak file sebaiknya file-file itu dikompres dulu baru diupload dan dimekarkan di server. Cara itu dapat dipakai jika kita menggunakan File Manager cPanel.

Upload file-file WordPress selesai.

7. Mengedit Database MySQL di Server Online
Inilah langkah terakhir yang paling penting. Kita harus mengedit database, yang dalam contoh tadi adalah database “username_namadb” supaya dapat terhubung dengan file-file WordPress kita. Kita hanya perlu mengubah URL, yang dalam contoh ini dari ‘http://localhost/wordpress’ menjadi ‘http://www.namawebsite.com/blog’. Jika langkah ini tidak dilakukan maka situs Anda tidak akan ditampilkan karena file-file WordPress dengan databasenya tidak bisa dipisahkan.
Langkah-langkah mengedit database :
Jalankan phpMyAdmin di Control Panel. Klik nama database Anda, dalam contoh ini “username_namadb”. Pilih dan klik pada wp_options. Pada tampilan yang muncul klik [Browse].

Pada tabel wp_options, editlah 2 hal:

  • Editlah entri “siteurl” pada kolom “option_name”. Klik edit atau gambar pena untuk mengedit. Gantilah ‘option_value’-nya dengan “http://www.namawebsite.com”. Info : “www.namawebsite.com” adalah URL website Anda.
  • Editlah entri “Home” pada kolom yang sama. Jika Anda tidak menemukannya, klik tanda panah di bawah tabel. Cara mengeditnya sama dengan entri siteurl di atas.

Thanks to: http://blogdedi.wordpress.com

Filed in
prev-next.jpg

Seputar Penetapan Inpassing Pangkat Dosen Bukan PNS

prev-next.jpg

Hapus Link di Browser (Awardhotspot) #Bag. 1

Related posts
Your comment?
Leave a Reply