Tradisi Ampyang Maulid Masih Terjaga Kelestariannya

1146 Viewed

ampyang-maulid-kudusKudus-Tradisi “Ampyang Maulid” yang diperingati dalam rangka maulid Nabi Muhammad SAW digelar masyarakat Loram Kulon Kecamatan Jati Kabupaten Kudus, Selasa (14/01/2014) berlangsung sangat meriah. Tradisi yang dilestarikan sampai saat ini adalah sebagai ungkapan rasa syukur atas nikmat Allah, dan untuk memperingati hari lahirnya Nabi Muhammad SAW pada tanggal 12 Rabiul Awal tahun Hijriyah.

Ampyang Maulid berasal dari dua kata yaitu Ampyang dan Maulid. Menurut sesepuh Desa Loram Kulon Ampyang adalah sejenis kerupuk yang dibuat dari tepung, berbentuk bulat dengan warna yang beraneka macam. Kata kedua adalah Maulid yang berasal dari bahasa Arab, Walada menjadi bentuk masdar Maulidan yang berarti kelahiran. Jadi Ampyang Maulid dapat diartikan makanan yang ditata sedemikian rupa dalam suatu wadah yang unik, yang diarak keliling desa oleh masyarakat sebelum menuju Masjid Wali At-Taqwa Loram Kulon.

Start Ampyang Maulid dimulai dari lapangan Kongsi Loram Wetan pukul 13.00 dan Finish ada di halaman Masjid At-Taqwa Loram Kulon. Setelah kirab arak-arakan sampai di Masjid Wali At-Taqwa, tandu yang berisi nasi bungkus, serta hasil bumi yang diarak keliling desa didoakan oleh ulama setempat, baru kemudian dibagikan kepada warga untuk mendapatkan berkah.

Pencetus Kirab “Ampyang Maulid” adalah suami dari ratu Kalinyamat yaitu Raden Toyib yang bergelar Sultan Hadlirin. Beliau melakukan Kirab Ampyang sebagai peringatan Maulud nabi di Loram Kulon, dan warga loram kulon senatiasa melestarikan budaya yang telah diajarkan Sultan Hadlirin.

Dalam perkembangannya tradisi “Ampyang Maulid” tidak hanya milik warga Loram Kulon saja, tetapi warisan budaya warga masyarakat Kudus. Hal ini terlihat antusiasme warga (tidak hanya berasal dari warga Loram Kulon) yang memadati di sepanjang jalan rute kirab yang akan menyaksikan rombongan kirab tradisi “Ampyang Maulid”. Tradisi Ampyang yang mulai dipatenkan oleh Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Kudus ini pada tahun 2004 sebagai warisan asli budaya dari Loram Kulon Kudus.

Tidak ketinggalan, Bupati Kabupaten Kudus H. Musthofa Wardoyo beserta dan Wakil, H. Abdul Hamid beserta jajaran SKPD lainnya turut hadir meramaikan tradisi “Ampyang Maulid” ditengah-tengah warganya. Dalam sambutannya, Sang Bupati mengapresiasi kegiatan yang dilakukan di desa kalahirannya. “Saya ingin, desa yang menjadikan desa kelahiranku, dapat menjadi desa percontohan atas kaya akan seni dan budayanya,” sambut Musthofa. Saat awal sambutannya Bupati Kabupaten Kudus, H. Musthofa memberikan bantuan Kursi Roda kepada Ibu Zumirah tadi sore yang diwakili oleh Putranya.

Sebelumnya, diadakan kegiatan Loram Expo di Gedung Pengajian NU Loram Kulon mulai tanggal 8 s/d 14 Januari 2014, stand yang dibuka mulai pukul 08.00 s/d 21.00 WIB. Dalam acara tersebut panitia juga menampilkan kreativitas masyarakat dan lomba terbang papat.

prev-next.jpg

Disaat daku tua…

Safety Riding: Sebelum Berkendara Disaat Musim Hujan

Related posts
Your comment?
Leave a Reply