Serunya Ngabuburit Bareng Ansor

172 Viewed

Jum’at sore itu (tepatnya kemarin tanggal 23 Juni 2017), saat matahari sudah mulai agak condong ke ufuk barat, disaksikan oleh awan yang mulai berubah rona, satu persatu anak-anak, dan orang tua yang berada di Desa Garung Kidul mulai memasuki halaman Sekolah Dasar Negeri 2 Garung Kidul yang disambut sholawatan dari para “Penerbang” handal.

Mereka duduk ditempat  (kalau boleh terus terang, lebih tepatnya dibawah tratak)  yang sudah dipersiapkan oleh panitia untuk mengikuti acara Penutupan Ngabuburit Bareng Ansor. Wajah semringah, senyum tulus serta gelak tawa lebih sering menghiasi dalam acara tersebut.

Terlebih lagi Nikhal, yang sore ini dia duduk di sebelah kananku. Selama ini dia aktif mengikuti acara Ngabuburit tersebut sampai selesai. “Aku ikut sudah 3 kali, 4 kali termasuk yang sekarang”. Baginya, rasa malas sudah bisa disingkirkan, karena bisa menambah teman dan juga menambah ilmu. https://indonesiana.tempo.co/read/112941/2017/06/23/masluhj/pungkasi-ngabuburit-ansor-garung-kidul-santuni-yatama

Namun, disebelah kiriku, ada celoteh anak kecil yang aku tidak tahu siapa tadi, “Aku dapat makan gratis”. haha… Dasar anak-anak, memang masih polos. Apa yang ada diucapkan, masih sama dengan apa yang dipikirkannya. Beda dengan kita yang sudah penuh akil baligh-nya.

Iya, memang acara Ngabuburit yang kemarin-kemarin diselenggarakan GP Ansor Garung Kidul ini tidak hanya sekedar menunggu waktu berbuka, namun juga diselingi dengan perihal ubudiyah, pemahaman agama dan keterampilan TIK.

Saat maghrib berkumandang, salah satu peserta diminta “Kakak Ansor” untuk maju memimpin do’a berbuka puasa. Menu buka puasa sederhana, namun itulah yang mengena di hati mereka.

Selepas menghilangkan dahaga, Nikhal dan teman-temannya bergegas mengambil air wudhu untuk melaksanakan sholat maghrib berjamaah di Musholla yang masih satu lingkungan dengan sekolah.

Nikhal tidak sendiri, dia bersama lebih dari 40 teman yang kurang lebih seumurannya, atau lebih tepatnya bersama teman-temannya yang duduk antara kelas 3 s/d 6 SD./MI Ya, acara ngabuburit ini memang dikhususkan bagi anak-anak usia sekolah dasar. Bagi yang sudah udzur, kasih semangat yaa… (Semangka, Semangat Kakak…)

Dan yang pasti, acara ini tidak akan mampu berjalan dengan kedua kaki, tanpa adanya dukungan dari berbagai pihak, khususnya IPNU-IPPNU, Fatayat NU Ranting Garung Kidul, dan warga Desa Garung Kidul pada umumnya. Maka tak berlebihan apabila kami ucapkan beribu-ribu ucapan terima kasih kepada rekan-rekanita, sahabat semua. Semoga langkah perjuangan kita mendapat Ridho dari Allah SWT. Amin Ya Robbal Alamin.

Kembali ke acara penutupan Ngabuburit tadi, acara yang kami susun tanpa basa-basi namun yang penting penuh esensi. Acara yang dimulai dengan Khotmil Qur’an, Tahlil dan Sholawat diteruskan dengan pemberian santunan bagi anak yatama.

Tanpa diberi aba-aba saat “asyroqol badru”, anak-anak penerima santunan kompak langsung naik ke atas panggung. (Kog kompak sih mereka, ya iyalah wong sebelumnya udah dikasih pengarahan) Kalau saya tidak salah hitung, ada lebih dari 10 yang berdiri diatas panggung. Karena merekalah generasi penerus bangsa dan tanggung jawab kita bersama. http://www.kompasiana.com/masluhjamil/ansor-garung-kidul-anakanak-yatim-tanggung-jawab-kita-bersama_594d2ac2377b6187515f399a

Nah, saat “asyroqol badru” atau ada yang menyebutnya “mahalul qiyam” itulah mereka menerima santunan.

Kurang barokah apalagi coba, disaat “asyroqol badru” itulah kanjeng Nabi hadir dan sekaligus menyaksikan pemberi santunan memberikan santunannya. Subhanallah…

Acara sederhana, namun mengena. Kira-kira begitu yang ada dibenak para panitia.

Bukan pamer atau bagaimana ya, bahkan kang Ngadimin, yang sekarang menjabat Sekretaris Umum Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Kudus bahkan memberikan acungan jempol kepada kami. “Acaranya mantab!”
Nih buktinya: http://www.kompasiana.com/masluhjamil/sekum-pc-gp-ansor-kudus-ansor-garung-kidul-mantab_594d3a7de5afbd8129325c21

Masih perlu bukti lagi, kalau kesederhanaan itu mengena?

Sekali lagi, ini bukan pamer atau bagaimana ya, Kang Arif Mustain, yang juga menjabat Ketua Umum Pimpinan Anak Cabang Gerakan Pemuda Ansor Kecamatan Kaliwungu  pun berbisik-bisik kepadaku, bahwa acaranya disusun secara kreatif, konsepnya beda dengan yang lain. Dan secara terang-terangan, beliau salut kepada GP Ansor Garung Kidul.
Baca nih, kalo ndak percaya: https://indonesiana.tempo.co/read/112949/2017/06/23/masluhj/arif-mustain-salut-pada-ansor-garung-kidul

Ditambah lagi, beliau berdo’a, semoga acara ini mampu menginspirasi ranting-ranting yang lain. (Amin… do’a orang puasa dikabulkan, apalagi do’a anak-anak yang masih bersih hatinya, tanpa malu-malu lagi, malaikat langsung mencatatnya).

O.. iya, lupa. Ternyata tidak hanya dari GP Ansor Garung Kidul saja lho yang menyantuni Yatama yang ada di desa Garung Kidul, Lazisnu Cabang Kudus pun turut hadir untuk ikut menyantuni. “NU Berbagi”, itu programnya, kata Kang Azwar Anas yang didampingi Kang Aunur Rofiq dan Kang Khoirul Anam.
https://indonesiana.tempo.co/read/112943/2017/06/23/masluhj/lazisnu-kudus-berbagi-kebahagiaan-di-garung-kidul

Kalo mau baca silakan, kalau ndak ya, setidak-tidaknya tahu judulnya saja. Minimal koyo “adl’aful iman”, gitu kira-kira katanya kang Rosidi. http://www.bekanews.com/2017/06/pr-gp-ansor-garung-kidul-salurkan.html

Nah, kedatangan Lazisnu ditengah-tengah acara inilah yang membuat para tokoh masyarakat, tokoh agama yang hadir makin tanda-tanya, apalagi mas-mas ganteng dan kece badai ini kompak berseragam memakai jas kebanggaannya, wah.. pasti banyak tuh santunannya… ups.. maksudnya pasti banyak tuh yang naksir… hehehe.

Dan yang pasti, kegiatan hari ini menambah semangat kami, untuk terus berbagi untuk negeri yang kami cintai ini.

Karena bagi kami, NKRI Harga Mati

Nih kalo pingin tahu seperti apa sih keseruanya? tonton aja videonya …

News Feed

Kala Santri Tak Hanya Mengaji

Sakpole: Kini Bayar Pajak Kendaraan Bisa melalui Bank

Related posts
Your comment?
Leave a Reply