Lupa Diri: Renungan Setelah Bulan Ramadhan

546 Viewed

ramadhan-mubarokKemarin sore, tatkala aku menyempatkan diri untuk membuka media sosial, facebook. Meskipun sekarang facebook sudah mulai aku tinggalkan perlahan-lahan, namun facebook tidak lantas aku campakkan begitu saja.

Masih terlalu ‘eman‘ jika dicampakkan. Karena didalamnya terdapat manfaat yang bisa diambil, dapat mengetahui bagaimana kabar teman dan famili di dunia maya dari status yang dibuatnya.

Seketika itu, tatapan bola mataku tertancap pada status yang dibuat shohibku. Aku baca, perlahan-lahan, bola mataku bergerak ke kiri dan ke kanan untuk mengikuti aksara yang tertulis, hingga akhirnya mampu aku resapi. Mampu menyadarkan diriku, bahwa inikah diriku sebenarnya? Saat aku mulai ditinggal Ramadhan. Bulan yang penuh Rohmah.

Setelah selesai, aku pun meminta ijin agar statusnya aku tampilkan di blog ini. Agar menjadi cambuk pengingat dalam diriku.

Dari penjelasannya, bahwa status yang dia dapatkan dalam group facebook yang dia ikuti.
Aku menyebut statusnya sebagai puisi, namun menurut teman saya itu adalah renungan. Dan menurutnya karena dia dapatkan dari group, maka tidak perlu untuk dicantumkan namanya (ini menurutnya lho… 🙂 )

***

LUPA DIRI

Tadi malam aku lupa
Lupa terbangun untuk bermunajat kepada-Nya
Ah, padahal baru saja dua malam lalu terjaga
Dengan berharap penuh pada ridha-Nya

Seharian berkeliling silaturahim
Makan segala apa yang tersaji
Seakan tak pernah makan berhari-hari
Padahal hari sebelumnya masih bisa menahan diri

Bertemu sanak saudara bercanda haha hihi
Diselingi ghibah sana sini
Atau membuat lelucon tak berarti
Hanya ingin jadi pusat perhatian famili

Ah, padahal sebulan sudah latihan
Menahan makan juga lisan
Tak peduli teman memulai pertengkaran
Hati tetap tenang dengan segala ucapan

Hari raya ini tilawah tidak kholas
Bahkan selembarpun tak tuntas
Sebulan penuh kemarin 2 kali khatam tak berbekas
Bahkan japrian adminpun malas untuk dibalas

Ah..ah..ah …
Aku kenapa
Sebulan tampak sholih
Sehari liwat sudah beralih

Aku mau berubah
Aku janji tidak lagi bertingkah
Aku ingat suatu tausiyah
Rugi diri jika makin hari taqwa tak bertambah

Ya Allah…
Tetapkan hatiku di atas jalan-Mu
Istiqomahkan aku
Jadikan aku termasuk bagian orang sholih
Dan berharap mendapat surga-Mu

Aamiin…

***
Thanks kang Anwar, telah berbagi renungan ini. Semoga kita selalu dalam ridha-Nya. Amin..

Kudus, 24 Juli 2015
Masluh Jamil

News Feed

Arti Dari Nilai Kejujuran

workshop-pddikti-2015

PDDIKTI Jantungnya Perguruan Tinggi

Related posts
Your comment?
Leave a Reply