Kudus “Semakin Sejahtera” dengan 4 Pilar yang Menjalar

1813 Viewed

Kabupaten Kudus, sebuah kota kecil yang berada di bagian utara pulau Jawa. Kabupaten yang dilalui jalur pantura, menjadikannya kota yang strategis.

Kabupaten Kudus, sebuah kota kecil yang terkenal dengan kota santri. Meskipun bukan kota wali, tetapi Kudus adalah kota yang memiliki wali terbanyak diantara kota-kota yang lain. Kota yang memiliki banyak pondok pesantren, sekolah formal mulai dari PAUD hingga Perguruan Tinggi. Inilah yang membuatnya berbeda dari kota-kota lainnya.

Kabupaten Kudus, sebuah kota kecil yang mendapat julukan kota kretek. Banyak perusahaan rokok yang berdiri kokoh di kota Kudus. Museum kretek pun berdiri di kota ini.

Kabupaten Kudus, sebuah kota kecil yang memiliki semangat Gusjigang. Kota yang menyimpan banyak potensi. Perlu program nyata untuk menggali potensi-potensi yang ada di dalamnya. Bupati Kudus, H. Musthofa Wardoyo seorang Bupati muda membangun dan menjadikan Kudus  “Semakin Sejahtera“.

Bupati Kudus (Musthofa Wardoyo) - Pemimpin Harus Bisa Ngayomi, Ngayemi dan Ngayani (sumber: infoseputarkudus.com)

Bupati Kudus (Musthofa Wardoyo) – Pemimpin Harus Bisa Ngayomi, Ngayemi dan Ngayani
(sumber: infoseputarkudus.com)

Bukti Nyata 4 Pilar Menjadikan Kudus “Semakin Sejahtera”

1. Pemberdayaan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) bagi peningkatan kesejahteraan Rakyat.

Beberapa kerja nyata Bupati Kudus dalam memberdayakan UMKM antara lain pemberian gerobak gratis kepada pedagang kaki lima (PKL) yang biasanya menjajakan dagangannya di sekitar Alun-Alun Kudus. Sehingga mampu meningkatkan kesejahteraan rakyat.

Gambar: majalahfaktaonline.blogspot.com

Penyerahan gerobag PKL (Sumber: majalahfaktaonline.blogspot.com)

Usaha pendampingan yang dilakukan melalui Balai Latihan Kerja (BLK). Melalui BLK ini, masyarakat Kudus diberikan pelatihan, berupa keterampilan menjahit, bordir, bengkel, tata boga, tata rias (salon), komputer, service hp dan masih banyak lainnya.

Tidak hanya sebatas pelatihan saja, selepas dari BLK, peserta pun mendapat seperangkat alat yang akan digunakan untuk berdikari secara mandiri.

Misalnya peserta pelatihan menjahit akan mendapatkan mesin jahit, pelatihan tata rias (salon) akan mendapatkan peralatan salon. Sehingga masyarakat bisa terjun langsung dan mempraktekkan ilmu yang diperoleh di Balai Latihan Kerja untuk berwirausaha.

Dengan berwirausaha akan mampu mewujudkan masyarakat Kudus semakin sejahtera.

Tidak hanya sampai disitu, untuk meningkatkan semangat berwirausaha masyarakatnya sekaligus mengenalkan produk hasil karya masyarakat Kudus, Bupati Kudus juga mengadakan Pameran UMKM yang dilaksanakan di Alun-Alun Kudus pada tanggal  14 s/d 18 September 2012.

Dengan pameran tersebut, sebenarnya tidak hanya pemilik UMKM saja yang diuntungkan dengan promosi ke masyarakat luas, akan tetapi masyarakat Kudus mendapatkan hiburan rakyat yang bersifat gratis.

Dengan adanya EXPO akan menjadi sebuah win-win solution bagi semua pihak.

Kabupaten Kudus sebenarnya sudah memiliki rumah UMKM, yang berfungsi sebagai fasilitator dalam pemasaran produk-produk hasil UMKM. Nantinya rumah UMKM ini akan dikelola bersama-sama dengan Pemerintah Propinsi Jawa Tengah, sehingga wilayah promosi pemasarannya dapat lebih maksimal.

2. Mewujudkan wajib belajar 12 Tahun yang terjangkau dan berkualitas.

Gambar: tribunnews.com

Bupati Kudus menyerahkan beasiswa (tribunnews.com)

Bupati Kudus berusaha mewujudkan wajib belajar 12 tahun yang terjangkau dan dijangkau seluruh lapisan masyarakat. Hal ini bisa dibuktikan dengan memberikan dukungan dan penghargaan. Diantaranya dengan pemberian beasiswa bagi 5.580 siswa SD/MI, SMP/MTs, SMA/MA/SMK dan SLB yang tergolong tidak mampu sebagaimana dimuat dalam Tribunnews. Sehingga tidak akan ada lagi kata tidak sekolah karena tidak ada biaya.

Seperti yang lansir oleh Tribunnews, misalnya penghargaan untuk siswa berprestasi diberikan kepada Muhammad Faqih Afthon, peraih medali emas olimpiade sains bidang astronomi. Penghargaan kedua diberikan kepada Meitri Widya Pangestika juara 2 karya ilmiah remaja LIPI yang juga lolos seleksi sebagai duta Sains dan Budaya program Outstanding Students For The World (OSTW) di Canada.

Aprilia Dwi Harjanti (gambar: Group ISK)

Aprilia Dwi Harjanti (gambar: Group ISK)

Cara lain yang ditempuh Musthofa untuk memperkenalkan kualitas sekolah yang ada di Kudus sekaligus sebagai bukti nyata dan tanggungjawab sosial kepada masyarakat, diadakan SMK Expo di Alun-alun Simpang Tujuh Kudus yang digelar kemarin tanggal 16-18 Mei 2014. Dengan adanya expo ini, masyarakat akan benar-benar mengenal lebih dekat dengan SMK yang ada di Kabupaten Kudus.

Tidak main-main, salah satu bukti nyata dalam bidang pendidikan, Kabupaten Kudus memiliki putra daerah yang patut dibanggakan. Hasil pengumuman UN (Ujian Nasional) Tingkat SLTA Tahun 2013/2014 kemarin memperoleh 7 besar tertinggi dalam bidang IPS se-Indonesia dengan total nilai 55.05.

Aprillia Dwi Harjanti dari SMA Negeri 1 Kudus peroleh peringat ke-7 tertinggi Nilai UN bidang IPS se-Indonesia

3. Tersedianya fasilitas kesehatan yang murah dan terjangkau, serta pemberian santunan bagi warga yang meninggal dunia untuk meringankan beban keluarga.

bezuk-pasien

Bupati Kudus bezuk pasien di rumah sakit Kudus (www.musthofa-bupati.com)

Kesehatan merupakan modal utama setiap bangsa untuk maju, sejahtera dan semakin sejahtera. Langkah yang dilakukan Bupati Kudus antara lain kualitas SDM tenaga medis dan paramedis ditingkatkan.

Renovasi bangunan puskesmas dan penambahan fasilitas kesehatan pun terus dilakukan, sehingga sekarang hampir seluruh puskesmas di Kabupaten Kudus telah dapat melayani rawat inap.

Dengan adanya pelayanan rawat inap di hampir seluruh puskesmas, semua lapisan masyarakat akan dapat dilayani dengan baik. Sehingga diharapkan istilah “Orang Miskin tidak Boleh Sakit” tidak akan terdengar dan didengar di kota Kudus.

Gambar: kotakudus1.blogspot.com

Penyerahan Santunan (sumber: kotakudus1.blogspot.com)

Santunan warga yang meninggal dunia pun diberikan untuk dapat meringankan beban keluarga yang ditinggalkan. Harapannya agar santunan yang diterima dapat dipergunakan dengan baik, bukan digunakan untuk hal-hal lainnya.

Seperti yang dialami oleh Ibu Kholif sepeninggal suaminya (alm. Bp. Rubanji) yang berada di Desa Garung Kidul Kaliwungu Kudus mengatakan bahwa santunan kematian yang digagas Bupati Kudus tersebut benar-benar meringankan beban Janda 5 orang anak. “Aku kaget pas ono karangan bunga. Jebule soko Pak Bupati (Saya terkejut saat ada karangan bunga bela sungkawa, ternyata dari Pak Bupati-Red)”, jelasnya.

 

4. Perlindungan usaha dan kesempatan kerja secara luas dan menyeluruh.

Perlindungan usaha dan kesempatan kerja yang luas dan menyeluruh menjadi salah satu pilar Sang Bupati. Strategi yang dijalankan pun membuahkan hasil. Ini terbukti dengan semakin menurunnya angka pengangguran di Kabupaten Kudus pada tahun 2012 sebesar 0,3% dari tahun 2008 sebanyak 6,15%.

Program padat karya pun digelontori dana sebesar 8,5 milyar untuk tahun 2014. Tak lain dan tak bukan, tujuan dari padat karya tersebut adalah untuk membantu warga masyarakat memberikan lapangan kerja.

 

Selain keempat pilar tersebut, ada beberapa kebijakan Bupati Kudus yang dapat dinikmati masyarakat umum secara langsung. Misalnya saja CFD (Car Free Day) yang dilakukan tiap Minggu pagi. Semua diuntungkan, mulai dari masyarakat umum yang hendak bersantai ria bersama teman dan keluarga maupun para pedagang yang berjualan di sekitarnya. Semua kendaraan dilarang masuk, bahkan Kepala Dishub langsung terjun ke lapangan sendiri untuk memastikan CFD berjalan dengan baik.

Pembangunan taman-taman kota yang dilakukan, selain untuk menambah ruang hijau kota juga berfungsi untuk memperluas daerah resapan air dan memperindah tata kelola kota. Dengan taman kota, maka masyarakat akan lebih mudah mengakses ruang publik untuk bersantai ria dengan keluarga.

 

Maka wajar, apabila Kabupaten Kudus dipimpin oleh H. Musthofa Wardoyo akan menjadi semakin sejahtera. Hal ini bisa dibuktikan dari penghargaan yang diterima diantaranya dari Presiden RI memberikan penghargaan Upakarti kepada Bupati Kudus atas kepedulian UMKM, Satyalencana dalam bidang pendidikan dan penghargaan Adipura.

penghargaan

Penghargaan Yang Diterima Bupati Kudus (sumber: infoseputarkudus.com)

 

Dengan kebijakan-kebijakan Bupati Kudus yang pro rakyat tersebut kita semua berharap agar masyarakat Kabupaten Kudus akan menjadi “Semakin Sejahtera“. Dengan keadaan masyarakat yang sejahtera, tidak dapat dinafikan nantinya roda-roda kehidupan akan dapat berputar dengan aman dan nyaman. Baik itu dari segi pendidikan, ekonomi, agama, sosial, politik, hukum  akan menjadi lebih baik dan lebih baik lagi.

 

 


Masluh Jamil
Follow me on Twitter | Facebook | GooglePlus

prev-next.jpg

Pernikahan Teman Sejawat… Akhirnya

Menelisik Berubahnya tokobagus.com menjadi olx.co.id dari Perspektif Negatif

Related posts
Your comment?
Leave a Reply