Kudus di Pagi Hari

809 Viewed
klub-sepeda

Biker tampak bersemangat memulai aktivitasnya. Keakraban, solidaritas tergambar jelas. Foto: Dok Pri

Setelah sholat shubuh sekitar pukul 04.15 Wib aku melaju dengan motor bututku menuju pusat kota. Hawa sejuk masih menyelimuti jalan yang kulalui. Antara gelap menuju terang. Terkadang aku lihat masih ada lampu jalan di depan rumah atau toko yang masih menyala.

Sepanjang jalan dekat area persawahan terlihat petani menuju sawah tempatnya bercocok tanam. Pedagang pasar pun membawa barang dagangannya. Ada yang dibonceng sepeda onthel, sepeda motor, ada yang dimuat becak, dan ada juga yang dimuat mobil colt (bak terbuka).

Disepanjang jalan terlihat buruh pabrik rokok yang bergerombol nan berseragam sudah mulai tampak masuk kerja. Ada yang jalan kaki, bersepeda onthel, naik angkot, namun ada juga yang membawa sepeda motor. Bisa dibayangkan pukul berapa mereka harus bersiap-siap dari rumah.

Sebelum menuju tempat tujuan, kusempatkan diri ini untuk mampir dulu di Ind*maret. Hanya untuk membeli sepotong coklat Toblerone seharga 14.5K sebagai teman pencari ide. “Kopinya nanti beli di alun-alun saja…”, pikirku.

Sambil memutar gas motor, aku lanjutkan perjalanan ke pusat kota. Tak berselang lama, setelah aku berhenti beberapa kali diperempatan jalan, karena trafficlight menampakkan warna merahnya. Akhirnya sampai juga di alun-alun pusat kota Kudus.

Dua kali sudah aku mengelilingi alun-alun mencari kedai penjual kopi. Dua kali pula yang terlihat hanya pedagang bubur ayam ataupun pedagang bubur kacang hijau. Tak satupun nampak pedagang kopi.

Kusandarkan diriku dan motor bututku dipinggir jalan untuk melihat aktivitas di pagi hari. Tampak beberapa masyarakat yang berolahraga. Diantaranya ada yang bersepeda santai maupun jalan kaki.

Rasa solidaritas antarwarga pun tampak dalam gerak-gerik bahasa tubuh mereka. Kebanyakan mereka memang sudah berumur, rambut pun sudah berwarna putih. Keakraban pun terlihat ada pada diri mereka, meskipun kepada orang yang belum mereka kenal.

Monggo mas“, sapa mereka kepadaku disaat mereka mulai mengayuhkan kakinya. Dengan kaget, aku hanya membalas sapaan mereka dengan melempar senyuman.

Tak terlewatkan juga pemulung pun sudah mulai mengais rejekinya di pagi hari. Memang pagi adalah waktu yang bersemangat untuk memulai beraktivitas. (Kudus – Sabtu, 9 Agustus 2014)

Aktivitas di Pagi Hari

Landmark-Kudus-3-Unsur

Landmark Kudus 3 Unsur. Foto: Dok Pri

lenggang-di-pagi-hari

Jalan pun tampak masih sepi. Foto: Dok Pri

alun-alun-kudus

Alun-alun sebagai salah satu tempat olahraga ringan. Foto: Dok Pri

mall-di-pusat-kota

Mall di pusat kota pun tampak masih belum buka. Foto: Dok Pri

mengais-rejeki

Pengais sampah sudah beraktivitas menjemput rejeki. Foto: Dok Pri

pusat-kuliner

Taman Bojana: Salah satu Pusat Kuliner di Kudus. Foto: Dok Pri

News Feed

Pererat Silaturrahim dengan Halal Bi Halal

SMK N 1 Kudus, Juara LKS SMK Kab. Kudus Tahun 2014

Related posts
Your comment?
Leave a Reply