Kita yang Dulu, Bukanlah yang Sekarang

796 Viewed
Illustrasi: temanbelajar.net84.net

Illustrasi: temanbelajar.net84.net

Bahagia itu ketika melihat teman-teman kita menjadi lebih baik. Lebih baik dalam menjalani hidup dalam bermasyarakat. Dan menjadi berharga bagi masyarakat.

Tak disangka, teman yang telah lama terpisah akhirnya bertemu pada suatu acara yang tidak terduga. Namun, semuanya dalam kondisi dan mempunyai peranan yang berbeda-beda pula dalam acara tersebut.

Jujur, saya merasa bangga bahwa mereka kini telah ‘menjadi orang‘. Kebanggaan saya bukannya tanpa alasan. Karena dulu sewaktu masih studi, mereka cenderung bersikap nakal. Namun bagi saya pribadi, nakalnya mereka hanya bagi sebagian orang. Karena mereka tetap bersikap baik sama saya. hehe… Terlebih mereka cenderung membantu saya apabila saya mengalami masalah antar-anak muda. Pemuda yang jiwanya masih labil. Senggol bacok! Begitu kira-kira perumpamaan yang tepat.

Dan sekarang, keadaan telah berubah. Justru mereka menjadi orang yang berharga bagi masyarakat Ada yang menjadi TNI, ada yang menjadi politisi, guru, dosen maupun pemuka agama. Meskipun dengan latar belakang nakal tersebut. Karena pada akhirnya mereka berhasil ‘move on‘.

Saya terharu, bangga sekaligus salut. Good job my friends! Meskipun sejak pertemuan itu, kita telah sepakat bahwa kita yang dulu, bukanlah kita yang sekarang. Namun bagi saya pribadi, kalian masih yang dulu, teman karibku.

Memang! Tidak ada yang tahu, menjadi seperti apa keadaan kita nanti 5 tahun ke depan!

Hanya sekedar coret-coretan kecil yang aku tumpahkan di sini. Untuk mengenang seperti apa kita dahulu, dan berkhayal menjadi apa kita kedepan.

Kudus, April 2015
Masluh Jamil

News Feed

Kartini Kuliah Setelah Menikah, Mengapa Tidak!

Kartu Member Hilang, Keanggotaan pun Melayang

Related posts
Your comment?
Leave a Reply