Kecelakaan Lalu Lintas: NEGARA PROYEK

504 Viewed

negaraproyekDi televisi, setiap hari tanpa terlewat kita selalu disuguhi berita tentang kecelakaan lalu lintas. Korban pun berjatuhan, tak dapat dielakkan juga kematian pun kadang menjemputnya. Kalo kita telaah lebih lanjut, kematian ataupun korban yang disebabkan kecelakaan lalu lintas memang tergolong tinggi. Beberapa kasus yang sudah ada selalu mengarah pada faktor manusia (kelalaian manusia). Padahal sebenarnya tidak hanya faktor kelalaian manusia saja penyebabnya. Lalu, apa sajakah yang menyebabkan kecelakaan lalu lintas.

Disini saya mencoba untuk mengurai beberapa hal yang bisa dijadikan bahan renungan, bahkan bahan pemikiran yang konstruktif agar kecelakaan bisa seminimal mungkin tidak terjadi.

Sebenarnya selain faktor kelalaian manusia ada faktor lain. Faktor kendaraan, pastikan sebelum mengendarai kendaraan dilakukan checking dulu terhadap kondisi fisik (lampu-lampu, rem, spion, dsb) maupun mesin kendaraan. Jangan membawa barang dalam kendaraan sehingga over muatan. Jangan lupa juga untuk selalu membawa surat-suratnya. Safety Riding, semangat yang selalu disuarakan oleh para rider. Helm, sarung tangan, jaket, sepatu selalu mereka kampanyekan.

Situasi di jalan juga mempengaruhi berkendara kita, oleh karena itu jarak antar pengendara pun hendaknya diperhatikan. Apabila hendak menyalip kendaraan ataupun menyeberang eloknya diperhatikan juga kendaraan lain. Jangan melakukan manuver berbahaya di jalan raya.

Kondisi jalan, di Indonesia hampir sebagian besar masih kurang bagus. Ini ditandai masih banyak jalan yang berlubang-lubang maupun rusak. Jalan yang tidak rata pun menyebabkan konsentrasi para pengendara berkurang. Kadang kendaraan oleng pun bisa terjadi dikarenakan kondisi jalan.

Penerangan jalan pun bisa menjadikan konsentrasi para pengendara berkurang bahkan pengendara/sopir harus menggunakan lampu dim agar bisa melihat kondisi jalan di depan yang bisa mengakibatkan pandangan pengendara di depannya menjadi tidak jelas.

Yang pasti, jangan mengemudi dengan ugal-ugalan dan melampaui batas kecepatan. Kalo menilik/melihat kondisi di atas, yang perlu diperhatikan oleh si pengendara adalah faktor intern (kondisi pengendara dan kondisi kendaraan). Sedangkan untuk kondisi ekstern (jalan, lampu, pengendara lain) seyogyanya kita lebih waspada.

Sebuah kritik konstruktif untuk pemerintah, karena selama ini Indonesia terkenal dengan Negara Proyek, khususnya lebih suka dengan proyek PENGADAAN, daripada proyek PERAWATAN. Walhasil, setelah proyek PENGADAAN dan masa garansi proyek selesai maka jalan maupun penerangan jalan pun TIDAK TERAWAT lagi. Dan hal itu dibiarkan begitu saja, hingga rusak (kadang butuh waktu lama untuk rusak) yang nantinya akan diadakan PROYEK PENGADAAN lagi.

Hendaknya PERAWATAN lah yang selalu kita kedepankan. KITA MEMANG BISA MEMBUAT, tetapi KITA BELUM BISA MERAWAT. KITA MEMANG BISA MEMBELI barang, tetapi KITA BELUM BISA MERAWAT barang.

prev-next.jpg

Bahasa Dagang Cina

prev-next.jpg

Manajemen Waktu merupakan Awal sebuah Keberhasilan

Related posts
Your comment?
Leave a Reply