Hasil Akhir Penghitungan Pemilihan Umum Legislatif 2014

943 Viewed

peserta-pemilu-pileg-2014Tanggal 9 April 2014 kemarin rakyat Indonesia yang sudah memenuhi syarat mengikuti gegap gempitanya pesta rakyat. Semua pihak ramai serontai menyambut Pemilihan Umum Legislatif atau yang biasa disebut dengan pesta rakyat yang sudah menjadi agenda 5 tahunan. Mulai dari Partai, Caleg, KPU, serta masyarakat umum lainnya.

Tidak ketinggalan pada pemilu kali ini, saya untuk kesekian kalinya menjadi KPPS di tempat saya tinggal. Pekerjaan yang dimulai setelah adanya Bimtek (Bimbingan Teknis) pertama kali adalah mengikuti rapat antara Ketua dan Anggota KPPS untuk mulai pembagian undangan pencoblosan (model C6) kepada masing-masing anggota untuk didistribusikan sesuai dengan nama-nama yang ada di Daftar Pemilih Tetap (DPT).

Rapat antar Ketua dan Anggota KPPS kedua dilaksanakan sesuai waktu yang telah disepakati semua anggota KPPS. Rapat terakhir ini untuk meyakinkan apakah undangan pencoblosan (model C6) sudah terdistribusi semua? apabila belum, apa kendala yang dihadapi dan bagaimana mencari pemecahan solusinya. Biasanya ditanyakan antar anggota KPPS di TPS lain barangkali ada yang mengenalnya. Kalau memang tidak ada yang mengenal, maka melalui Ketua KPPS undangan pencoblosan tersebut diserahkan ke PPS.

Kendala yang biasanya dihadapi saat pendistribusi adalah belum termutakhirnya data yang ada di DPT. Pemutakhiran data yang ada KPU Pusat belum ada kejelasan. Seyogyanya didalam DPT juga mencantumkan kapan updating DPT, sehingga KPPS yang ada di lapangan bisa mengetahui pasti apabila ada permasalahan terkait dengan DPT.

Permasalahan DPT yang lain adalah adanya pemilih yang sudah meninggal, maupun pindah alamat. Belum lagi apabila ada pemilih yang data di DPT terdaftar di RT 1, tetapi menetap (ikut orang tuanya di RT 8). Coba bayangkan, KPPS mesti mencocokkan, mensinkronkan data yang ada, antar anggota KPPS dalam TPS maupun antar anggota KPPS antar TPS serta berkoordinasi dengan PPS.

Saya yakin, hal itu banyak dialami oleh temen-temen KPPS dari daerah lain.

Sehari sebelum pelaksanaan pencoblosan, kami segenap anggota KPPS menata ruang yang akan digunakan untuk TPS.

Seperti Pemilu 2009, Pemilihan Umum Legislatif 2014 kali ini jika dilihat dari petugas KPPS-nya yang menjadi masalah utama bukan pada saat pembagian undangan pencoblosan (model C6), bukan saat pencoblosan, maupun bukan saat penghitungan suara. Akan tetapi melengkapi berita acara merupakan kendala bagi setiap TPS yang ada. Apabila undangan pencoblosan (model C6) bisa dilakukan disaat sela-sela waktu yang pada akhirnya akan terdistribusi semua. Berbeda dengan berita acara pemilihan, harus beres setelah proses penghitungan suara selesai dilakukan.

Jumlah-Pemilih-Tetap-Laki-laki-Perempuan-Pemilu-Pileg-2014Adapun jumlah pemilih yang kami undang melalui undangan pencoblosan (model C6) sebanyak 352 pemilih. Akan tetapi, yang hadir untuk melaksanakan pencoblosan sebanyak 298 orang atau sebesar 85% yang hadir memberikan suaranya.

Untuk Pemilihan Umum tahun 2014 ini, jumlah berita acara rangkap sebanyak 17 bendel. Kami, biasanya mensiasati ada 1 anggota KPPS yang fokus mengurusi berita acara. Fokus mulai sejak awal sampai akhir.  Sehingga anggota KPPS mengisi berita acara yang bisa diisi, misal pengisian No TPS, Desa, Jumlah Pemilih dalam DPT, Jumlah Surat suara yang diterima, dsb. Setelah acara penghitungan surat suara selesai, berita acara bisa dilengkapi. Begitu seterusnya sehingga keempat kotak suara (DPR, DPD, DPRD Prov, dan DPRD Kab) selesai dihitung.

Jumlah-Kartu-Suara-Pemilu-Pileg-2014Surat suara yang yang diberikan KPU ke KPPS (atau surat suara yang ada di dalam kotak) untuk DPR sebanyak 360 surat suara, DPD sebanyak 375 surat suara, DPRD Prov sebanyak 361 surat suara dan DPRD Kab sebanyak 360 surat suara. Dari total tersebut, setelah dilakukan pencoblosan mulai pukul 07.00 s/d 13.00 waktu setempat, ternyata masih tersisa surat suara untuk DPR sebanyak 62 surat suara, DPD sebanyak 77 surat suara, DPRD Prov sebanyak 63 surat suara dan DPRD Kab sebanyak 62 surat suara yang tidak dipakai. Akhirnya surat suara yang tidak terpakai tersebut kami berita tanda silang (X) sesuai petunjuk saat Bimtek dengan PPS.

Setelah pukul 13.00 waktu setempat dan setelah semua pemilih yang memasuki area pencoblosan sudah selesai, maka dilakukan tahapan selanjutnya, yaitu tahapan penghitungan. Namun sebelum dilakukan penghitungan, semua surat suara yang ada di dalam kotak dikeluarkan dan dilakukan penghitungan, dikelompokkan menurut jenisnya atau warnanya (dalam hal ini dikelompokkan berdasarkan DPR, DPD, DPRD Prov dan DPRD Kab).

Penghitungan-Kartu-Suara-Sah-Tidak-Pemilu-Pileg-2014Selesai dilakukan penghitungan dan pengelompokkan, tibalah saatnya untuk melakukan penghitungan suara. Penghitungan suara ada tatacara atau urutannya, dimulai dari DPR, DPD, DPRD Prov dan terakhir adalah DPRD Kab. Untuk surat suara yang terhitung, DPR (sah = 229, tidak sah = 69), DPD (sah = 152, tidak sah = 146), DPRD Prov (sah = 152, tidak sah = 106), dan DPRD Kab (sah = 288, tidak sah = 10).

Dari data tersebut, bisa ditarik kesimpulan bahwa besaran prosentase untuk surat suara sah dan tidak sah berbeda-beda. Akan tetapi yang menjadi perhatian saya pribadi adalah prosentase untuk suara sah tidak sah untuk DPD. Dimana prosentase antara yang sah (51%) dan tidak sah hampir sama (49%). Secara kasat mata, hampir separo dari pemilih yang memberikan suaranya adalah tidak sah. Tidak sah disini, kebanyakan yang ditemui saat proses penghitungan suara adalah banyak surat suara yang tidak dicoblos. Sehingga secara otomatis surat suara tersebut dinyatakan tidak sah.

Prosentase-Suara-Sah-Tidak-Pemilu-Pileg-2014

Hal tersebut membuktikan bahwa Pemilihan Umum Legislatif untuk DPD kurang melakukan sosialisasi secara langsung kepada calon pemilih di daerah pemilihannya. Karena terus terang, selama ini para pemilih lebih intens didekati oleh partai daripada DPD.
Penghitungan suara kami lakukan sampai pukul 17.30 WIB (mepet maghrib). Dilanjutkan dengan pembuatan dan penandatangan berita acara, melakukan packing terakhir ke dalam Amplop (VS sekian-sekian) dan memasukkan kedalam Kotak Suara sesuai dengan panduan yang ada.

Setelah selesai, kemudian kami melakukan penataan ruangan agar seperti sedia kala. Karena ruangan yang dipakai adalah ruang kelas, maka kami pun mengembalikan posisi meja dan kursi seperti sedia kala. Tepat pukul 20.00 WIB kami semua meninggalkan lokasi TPS.

Tak lupa, Petugas KPPS pun menyempatkan diri berselfie ria secara berjamaah untuk mengenang momen pemilihan umum legislatif tahun 2014.


Masluh Jamil
Follow me on Twitter | Facebook | GooglePlus

News Feed
Tips-Closing

10 Tips Closing Tercepat ala Motty

foto-bersama-kpps-pileg-2014

KPPS Bisa Selfie Berjamaah: Dokumentasi Pribadi

Related posts
Trackbacks/Pingbacks
  1. KPPS Bisa Selfie Berjamaah: Dokumentasi Pribadi - 17 April 2014

    […] Hasil Akhir Penghitungan Suara Pemilihan Umum Legislatif saya sajikan dalam postingan tersendiri. Bagi yang minat melihat data statistiknya, monggo silahkan… […]

  2. Arti Dari Sebuah Komitmen, Dan Cara Menjaganya - 11 May 2014

    […] berarti memilih. Jadi elektabilitas partai bisa diartikan jumlah pemilih dalam suatu partai. Seorang pebisnis, wirausaha hendaknya dapat memilih segala sesuatu yang baik […]

Leave a Reply