Disaat daku tua…

4220 Viewed

keluarga-kecilkuSore ini, setelah selesai membelikan Gus Mus (Mas’ud Musthofa) sepatu baru, karena sepatu lamanya sudah tidak muat (ukuran sepatu asalnya nomor 27 menjadi 29). Ternyata didalam kardus tempat sepatu terdapat selebaran yang menggugah, dan mengingatkan betapa besar dan betapa berat perjuangan orangtua kita dalam mendidik serta membesarkan kita.

Sudah seyogyanya dan sudah sepantasnya kita selalu hormat dan patuh pada beliau. Harapan beliau kepada putra-putrinya, “Semoga menjadi putra-putri yang sholeh/sholihah, berbakti kepada kedua orang tua, berguna bagi agama, masyarakat, nusa dan bangsa.”

Terima kasih Bapak dan Ibu, matur nuwun Pae, lan Mae. Terima kasih atas support serta do’a yang selama ini engkau panjatkan untuk diriku. Belum bisa dan yakin tidak akan bisa aku untuk membalas atas semua yang engkau berikan kepadaku.

 

Berikut isi selebaran tersebut:

Disaat daku tua, bukan lagi diriku yang dulu.
Maklumilah diriku, bersabarlah dalam menghadapiku.
 
Disaat daku menumpahkan kuah sayuran di bajuku,
Disaat daku tidak lagi mengingat cara mengikatkan tali sepatu,
Ingatlah saat-saat bagaimana daku mengajarimu,
membimbingmu untuk melakukannya.
 
Disaat daku dengan pikunnya mengulang
terus-menerus ucapan yang membosankan mu,
Bersabarlah mendengarkanku, jangan memotong ucapanku,
Dimasa kecilmu, Daku harus mengulang dan mengulang terus
sebuah cerita yang telah daku ceritakan ribuan kali
hingga dirimu terbuai dalam mimpi.
 
Disaat daku membutuhkanmu untuk memandikanku,
Janganlah menyalahkankum. Ingatkah dimasa kecilmu,
bagaimana daku dengan berbagai cara membujukmu untuk mandi?
 
Disaat daku kebingungan menghadapi hal-hal baru
dan teknologi modern,
Janganlah menertawaiku.
Renungkanlah bagaimana daku dengan sabarnya menjawab
setiap “mengapa”, “apa”, serta “bagaimana”
yang engkau ajukan disaat itu.
 
Disaat kedua kakiku terlalu lemah untuk berjalan.
Ulurkanlah tanganmu yang muda dan kuat untuk memapahku
Bagaikan dimasa kecilmuj daku menuntunmu melangkahkan kaki
untuk belajar berjalan.
 
Disaat daku melupakan topik pembicaraan kita,
Berilah sedikit waktu padaku untuk mengingatnya.
Sebenarnya, topik pembicaraan bukanlah hal yang penting bagiku,
asalkan engkau berada disisiku untuk mendengarkanku,
aku telah bahagia.
 
Disaat engkau melihat diriku menua,
Janganlah bersedih.
Maklumilah diriku, dukunglah aku,
bagaikan daku terhadapmu
disaat engkau mulai belajar tentang kehidupan.
 
Dulu daku menuntunmu menapaki jalan kehidupan ini,
kini temanilah daku hingga akhir jalan hidupku.
Berilah daku cinta kasih dan kesabaranmu,
Daku akan menerimanya dengan senyuman penuh syukur
Di dalam senyumku ini, tertanam kasihku yang tak terhingga padamu.
 
Walaupun seseorang telah melakukan beribu-ribu kebajikan,
tetapi tidak melakukan bhakti kepada Ibu dan Bapak,
kebajikannya hanyalah sia-sia belaka.
 
doauntukibubapa
new-era

Penarikan Mahasiswa KKN UMK 2013 Dalam Talkshow

prev-next.jpg

Tradisi Ampyang Maulid Masih Terjaga Kelestariannya

Related posts
Your comment?
Leave a Reply