Berpose dengan Kura-Kura Raksasa

753 Viewed

Libur tlah tiba… Libur tlah tiba.. Hore….

Saatnya berlibur kawan… hilangkan sejenak rutinitas, tugas-tugas yang membebani. Tapi liburan kemana? Selalu ada pilihan, diantaranya ke Gunung (Gunung Muria atau ke Bandungan), atau ke Pantai (Pantai Kartini atau Bandengan).

Akhirnya setelah rapat yang begitu alot, diputuskan ke pantai. Tetapi pantai yang mana belum ada kata sepakat. Akhirnya rapatpun ditunda sampai batas waktu yang tidak ditentukan. Setelah masing-masing anggota merenung, mencari wangsit semalaman, akhirnya kami putuskan liburan kali ini ke Pantai Kartini.

Pantai Kartini yang terletak di Kabupaten Jepara. Kabupaten Jepara yang berbatasan dengan Laut Barat dan Utara ini memiliki Wisata Pantai yang patut untuk dikunjungi. Walaupun Kabupaten Jepara terkenal dengan sebutan Kota Ukir, tetapi pemerintah kabupaten tidak lantas membiarkan potensi wisata alamnya terbengkalai.

Pantai Kartini menjadi pilihan kami sekeluarga yang akan berlibur. Tentunya hal itu tanpa alasan. Pantai Kartini telah berkembang, dibuktikan semakin banyaknya fasilitas yang disediakan. Pantai yang tidak hanya cocok untuk muda-mudi. Selain itu, Pantai Kartini terbilang relatif dekat, karena terletakĀ  + 2,5 km dari Pendopo Kabupaten Jepara dan yang pasti jaraknya lebih dekat dengan Kabupaten Kudus (+ 1,5 jam perjalanan) dibanding pantai yang lain (dalam hal ini Pantai Bandengan).

Tiket masuknya pun relatif murah, saat hari Minggu perorang Rp. 5.000,- untuk orang dewasa (Jangan lupa minta tanda bukti tiket masuk ya). Karena kami berenam, kami pun mengasihkan total Rp. 30.000,-. Wal hasil pintunya pun segera dibuka oleh penjaganya. Harga segitu belum termasuk parkir mobil ya… parkir disana kami beri Rp. 2000,-)

berpose-dengan-kura-kura-raksasa-di-pantai-kartiniDisanapun ada kura-kura raksasa yang menjadi ikon Pantai Kartini. Tak lupa kami ikut berfoto dengan kura-kura raksasa tersebut sekeluarga. Terus terang, kami menyewa juru foto karena kami sekeluarga ingin semua masuk dalam pic tersebut. Hanya dengan membayar Rp. 10.000,- sudah bisa berfoto ria dengan kura-kura raksasa.

Tak perlu waktu lama, hanya menunggu sekitar 15 menit foto-pun sudah jadi. Saya pribadi, meminta untuk sekalian dicopykan ke flasdisk pribadi saya file foto tersebut dan tidak dikenakan charge sama sekali. Sungguh berbaik hati sekali abang juru foto itu… šŸ˜€

Kura-Kura Ocean Park yang diresmikan pada tahun 2011 oleh Bupati Jepara ini terdiri dari 2 lantai, lantai satu sebagai taman laut dengan akuarium yang berisi berbagai spesies ikan maupun penyu. Sedangkan lantai 2 sebagai wahana pendukung lainnya.

Banyak hal yang dapat kami lakukan disana, karena disana banyak fasilitas untuk anak kecil, misal naik perahu, ayunan, kereta api mini (spoor mini), pesawat terbang TNI AU, dan banyak lainnya. Lho, berenangnya mana? Oh ya, tentu saja berenang adalah tujuan utama berwisata ke sini karena berwisata di pantai.

Tak hanya itu, kadang terlihat anak-anak maupun orang dewasa sibuk mencari yuyu rumpung disela-sela bebatuan sebagai mainan. Jadi bagi orang dewasa yang masa kecilnya masih kurang, bisa mengulang disini masa kecilnya ya…

Disana pun ada tulisan PANTAI KARTINI yang besar ditepi pantai. Hal tersebut mengingatkan saya akan tulisan PANTAI LOSARI.. hehe, namun sayang, saya belum sempat ambil gambar.

Sesekali terlihat bule yang berjalan-jalan disini, mereka sekedar mengambil gambar untuk dijadikan kenangan mereka saat pulang kampung. Saat malam menjelang-pun mereka tak khawatir, karena disana juga disediakan fasilitas penginapan. Kuliner pun tidak ketinggalan, mulai dari Pedagang Kaki Lima, Warung dan Resto pun ada. Tinggal pilih menu kesukaan dan disesuaikan dengan tebal tipisnya dompet pengunjung.

Saat sholat dhuhur tiba, tak perlu khawatir, disana pun ada Masjid Baitul Ridho yang bisa digunakan untuk sholat dan istirahat sejenak. Walaupun masjid ini masih perlu disempurnakan, mengingat Panitia Pembangunan masih menerima Amal Jariyah untuk pembangunannya.

Yang jadi pertanyaan saya waktu itu adalah, apakah dalam pembangunan masjid ini pemerintah daerah tidak ikut serta, sehingga masih memerlukan amal jariyah dari pengunjung.

Saat akan pulang, jangan lupa beli oleh-oleh ya… disana ada banyak sekali yang jualan souvenir.

Insyallah jika ada kesempatan, kita akan kesana lagi. Harapannya banyak perubahan yang lebih baik. Sehingga semakin banyak pengunjung yang datang dan merasa nyaman disana, tidak hanya untuk turis domestik, melainkan turis mancanegara juga.

News Feed
keseimbangan-kerja-dan-keluarga-work-life-balance

Keseimbangan Kerja dan Keluarga: Work Life Balance

Miliki Bisnis Apapun, Walaupun Kecil

Related posts
Trackbacks/Pingbacks
  1. 6 Cara Mengelola Keuangan - 29 July 2014

    […] untuk hiburan (hangout atau liburan) dan pengembangan diri (buku atau […]

Leave a Reply