Bekerjalah dengan Hati

757 Viewed

Pekerjaan yang dilakukan setiap hari kadang membawa sampai pada titik kejenuhan. Oleh karena itu rutinitas yang dilakukan kadang disertai dengan pekerjaan yang bervariasi. Namun yang perlu diingat dalam bekerja adalah, adanya hak dan kewajiban antara pekerja dan pemilik pekerjaan, atau antara karyawan dengan pimpinan.

Karyawan yang setiap bulan memperoleh haknya berupa gaji, harus diikuti dengan kewajiban karyawan untuk memenuhi setiap kewajibannya. Memang, saat menjadi karyawan seakan-akan kewajiban lebih besar daripada hak yang didapat. Tugas dan pekerjaan yang diberikan seakan-akan tidak seimbang dengan gaji yang diterima tiap bulannya.

Banyak karyawan atau pegawai yang merasa galau tatkala baru beberapa hari menerima gaji, namun uang gajian sudah habis. Namun sayang, banyak yang mencurahkan isi hatinya bukan pada media yang tepat. Bukan berkonsultasi kepada pimpinannya, akan tetapi mencurahkan isi hatinya ke facebook misalnya. Justru karyawan atau pegawai yang mengupdate kegalauan hatinya di facebook akan diketahui oleh orang lain, saudara, teman kerja, bahkan pimpinan mereka tentang apa yang sedang melanda mereka. Bukan penyelesaian masalah yang didapat, justru anggapan miring yang ada di otak orang lain.

Bahkan, ada juga yang meninggalkan kewajibannya walaupun tanpa ia sadari. Misal sering pergi keluar pada saat jam kerja, saat melayani konsumen atau pelanggan justru malah enak-enakan bersmsan ria, ber BBM-an ria atau bahkan masih berfacebookan ria. Sehingga konsumen atau pelanggan terpaksa harus menunggu. Atau saat mendapatkan tugas dari pimpinan, justru tugas tersebut dilempar ke rekan kerjanya, sehingga ia selalu mengandalkan orang lain tanpa mau bersusah-susah mengerjakannya. Dan lebih memalukan lagi, hasil kerja rekan kerjanya diakui-nya sebagai prestasinya. ckckckckc…..

Apabila ditilik dari sisi agama, apakah hal tersebut termasuk korupsi waktu? Apabila termasuk korupsi waktu, lantas bagaimana hukum gaji yang diterima? Dan bagaimana jika gaji yang diterima tersebut dimakan dan termakan keluarganya padahal gajinya bercampur dengan korupsi waktu?

Memang, akibatnya tidak akan langsung terasa saat itu juga, atau dalam waktu dekat itu juga. Kalau mau berfikir secara jernih sejenak, apakah gaji yang didapat sudah berkah? Keadaan atau suasana keluarga dirumah kurang harmonis apakah karena kekurangberkahan gaji yang didapat? Anak sering sakit-sakitan atau anak susah diatur apakah karena kekurangberkahan gaji yang didapat?

Memang benar, gaji yang didapat adalah besar. Tetapi apabila tidak mendapat keberkahan, rasanya pun tidak akan sebesar nominal yang didapat.

Ya Allah, Ya Tuhan. Daripada gajiku digunakan untuk biaya berobat. Lebih baik aku sedekahkan dijalan-Mu.

Lebih baik uangnya pakai sedekah, daripada harus beli resep.

Itulah pesan dari teman sejawat yang selalu terngiang di telinga. Yang tersirat arti untuk selalu mengeluarkan 2,5% dari penghasilan kita untuk diberikan kepada yang berhak menerimanya. Bekerja dengan hati akan membawa perubahan dan semoga selalu mendapat keberkahan dalam berusaha dan bekerja. (Kudus, 14/05/2014)

News Feed
prev-next.jpg

Berfikir dan Berkata Positif serta Bertindak Positif

prev-next.jpg

Selesaikan Dulu Satu Persatu

Related posts
Your comment?
Leave a Reply