Arti Dari Nilai Kejujuran

698 Viewed
Ilustrasi: pinimg.com

Ilustrasi: pinimg.com

Dalam keseharian banyak orang yang mengaku sebagai orang pandai. Baik itu pandai dalam hal berfikir, bertindak maupun dalam hal berbicara. Namun, masih bisa dihitung orang yang mampu bertahan dari ujian kejujurannya.

Dimana kepandaian seseorang apabila tidak diimbangi dengan kejujuran, justru akan menjadikan orang tersebut lebih berbahaya. Karena lebih mengetahui dan mampu mencari celah untuk menyembunyikan buah ketidakjujurannya.

Sebaliknya, orang yang jujur namun tidak diimbangi dengan kepintaran, hanya akan menjadi ban serep atau sebagai alas kaki bagi orang yang lebih pandai.

Kejujuran memang harus diperjuangkan, diusahakan. Meskipun bisikan yang tiada henti-hentinya selalu mengajak untuk melakukan apa yang seharusnya tidak dilakukan.

Sekali saja kejujuran itu telah tergadai, maka akan sulit bagi kita untuk mengembalikan rasa yang telah tercederai.

Nasihat Orangtua

Setiap orang tua, termasuk orangtua kami sejak kecil, mengajarkan kepada kami anak-anaknya agar selalu bersikap jujur.  “Nak, jika engkau sedang butuh uang untuk jajan, dan kebetulan di atas meja ada uang. Maka jangan sekali-kali engkau ambil uang tersebut tanpa bilang pada yang punya. Meskipun saat itu kamu sedang sendirian di rumah”, pesan Bapak. “Lebih baik minta sama Bapak. Kalau Bapak ada (uang) pasti akan diberi”, tambah Bapak saya.

Memang bukan seperti itu redaksinya, namun intinya kurang lebih seperti itu.

Sederhana memang. Kami tidak diajari untuk mengambil atau memanfaatkan apa yang bukan hak kami. Meskipun saat itu ada kesempatan untuk mengambil tanpa diketahui oleh orang lain. Namun, yang pasti Tuhan Maha Tahu.

Pesan Bapak tersebut masih terngiang-ngiang di telinga dan akan kami teruskan sampai beranjak dewasa dan beranak pinak.

Disadari atau tidak bahwa nilai kejujuran tidak akan bisa dibayar dengan apapun yang ada di dunia ini. Sekali saja kejujuran itu tergadai, maka sulit bagi kita untuk mendapatkan nilai kejujuran seperti awal mula.

Ilustrasi: ubaidi.wordpress.com

Sekali papan kayu sudah tertancap paku, meskipun paku sudah tercabut dari papan. Namun, masih meninggalkan bekas tancapan paku. Kondisi papan tidak akan pernah bisa kembali lagi seperti sediakala.

Ibaratnya, karena nila setitik. Rusak susu sebelanga.

News Feed

Orangtua, Kenali Bakat Anak atau Sesal Kemudian

Lupa Diri: Renungan Setelah Bulan Ramadhan

Related posts
2 Responses to “Arti Dari Nilai Kejujuran”
  1. # 26 July 2015 at 11:30

    masalah besar yang dihadapi adalah jujur itu membawa konsekuensi yang harus kita tanggung mas. Seringkali kita tidak berani menanggungya bila konsekuensi itu berakibat negatif bagi kita 🙁

    • masluhj
      # 5 August 2015 at 15:37

      Memang benar mas, banyak yang tidak berani menanggung resiko atas apa yang dilakukannya.
      Terima kasih mas sudah mampir disini.

Leave a Reply