12 Jam Berkendara Demi Nangkring Kompasiana

892 Viewed
Nangkring Spesial Kompasiana dengan BI

Nangkring Spesial Kompasiana dengan BI, Sabtu (1/11/2014). Foto: Dokpri

Sabtu, 1 Nopember 2014 kemarin adalah hari yang cukup melelahkan sekaligus menggembirakan.

Bagaimana tidak, melelahkan karena aku harus berkendara sepeda motor menempuh perjalanan selama 12 jam untuk dapat ikut nangkring. Menyenangkan karena akhirnya bisa ikut nangkring Kompasiana dan BI bersama teman-teman K’ers yang lain.

Jarak Kudus-Jogja sekitar 175km. Kalo PP ya sekitar 350km.

Aku berangkat dari Kudus pukul 05.30 wib. Sebelumnya aku melakukan cek perbekalan. Sarung tangan, sudah. Slayer, sudah. Tas, sudah. Surat-surat, sudah. Tak ketinggalan, uang saku pun sudah di kantong. Akhirnya aku langsung meluncur, whusss…

Aku sampai Semarang sekitar pukul 07.00 wib, sekaligus isi bensin sebesar Rp. 15.000,-. Perjalanan dilanjutkan hingga sampai di Ambarawa (asal Mbak Seneng Utami) pukul 08.00 wib. Aku sampai di Magelang, Kota Sejuta Bunga tepat pukul 09.00 wib,

Di Magelang inilah, aku isi bensin Rp. 20.000,- sekaligus istirahat dan nelpon temen-teman yang ada di Magelang dan Temanggung. Hanya sekedar ingin say hello bahwa aku sekarang ada di Magelang. Sekalian ngarep nanti setelah pulang dari nangkring mau ditraktir makan di alun-alun kota Magelang seperti tempo doeloe.

Namun, perjalanan belum berakhir kawan. Pukul 09.30 wib aku meluncur melanjutkan perjalanan ke Jogja. Tepat pukul 10.30 waktu jam tangan yang ada ditangan kanan, aku sudah sampai di Kantor BI yang ada di Jogja.

Nangkring ini, adalah nangkring pertama ku di Kompasiana. Dan benar saja, di Kantor Perwakilan BI yang beralamat di Jogjakarta (tempat diadakannya nangkring) aku pun clingak-clinguk sendirian. Tanpa teman, tanpa saudara. Wajah yang kukenal hanya Mas Isjet seorang. Cie..cie…

Akhirnya, aku pun duduk di kursi yang masih kosong di barisan agak belakang. Aku berkenalan dengan Kompasianer asal Jogja, Pak Sapariyono yang kebetulan duduk di sebelahku.

Acara nangkring pun berjalan meriah, seperti yang digambarkan oleh Hendra Wardhana dengan reportasenya, Akhirnya Nangkring Juga dan Abdullah Assalani dengan “Kado Emas” saat nangkring di Yogyakarta. Dan harapannya agar masyarakatpun ikut membantu kestabilan ekonomi masing-masing, seperti pesan mas Arif L Hakim.

Selesai acara, kami pun berfoto di depan Gedung BI seraya memindahkan banner nangkring yang ada di depan pintu untuk dibawa ke depan gedung. Persis seperti kenangannya mbak Dyah. Hehe… met kenal ya mbak. Mbak Dyah jeli sekali dapat mengenaliku hanya dengan melihat foto profilku.

Foto Bersama Isjet dan Kompasianer Di Depan Gedung BI

Foto Bersama Isjet dan Kompasianer Di Depan Gedung BI. Foto: Dokpri

Sayang sekali, saya ndak tahu cerita mas Fandi Sido bahwa ada obrolan dalam makan-makan dengan mas Isjet setelah acara. Jadi ya, aku langsung nggloyor dan menghidupkan motor balik ke Kudus.

Rencana semula setelah dari acara nangkring, aku akan meringkuk di Magelang untuk semalam. Paginya, mau jalan-jalan di Magelang dan ke Temanggung, kangen sama sambal bikinan istrinya mas Rofii. Setelah itu, baru balik Kudus.

Namun, setelah keluar dari Jogja, pikiranku berubah. Aku harus sampai Kudus malam ini juga.

Aku lihat jam tanganku sudah menunjukkan pukul 18.00 wib, dan aku sampai Magelang. Kemudian aku sholat, cari makan lesehan Lamongan yang ada di pinggir jalan, yang enak dan murah. Ciri-cirinya, yang enak banyak pembelinya, yang murah, banyak truk berjejer.Hehe…

Pukul 19.30 wib aku melanjutkan perjalanan ke Kudus. Ternyata banyak hambatan selama perjalanan pulang. Mata ini sudah mulai mengantuk, badan pun sudah mulai capek dan pegal.

Sekitar pukul 21.00 wib aku sudah hampir sampai Semarang. Aku putuskan berhenti dan istirahat sejenak, selama 30 menit. Aku beli air mineral yang dingin di salah satu minimarket. Dengan harapan agar dinginnya air mineral bisa merefreshkan badan dan pikiranku.

Tidak tahu kenapa, perjalanan pulang ini terasa lama banget. Sekitar pukul 21.30, aku isi bensin sekaligus curhat sama mas-mas Operator Pom Bensin. Bahwa aku ngantuk sekali dan ijin istirahat numpang tidur di Mushollanya.

Operator menyuruh saya menaruh sepeda motor di dalam garasi bersama dengan motor operator pom bensin yang lain agar aman. Kurang lebih pukul 23.00 wib aku pun tertidur pulas. Tak terasa sudah pukul 24.00 wib, aku harus segera bergegas pulang.

Pukul 24.00 wib itu, aku langsung melejit meninggalkan Semarang menuju Kudus. Selama perjalanan, badan sudah segar, tidak mengantuk lagi. Mata pun sudah awas. Whuss… whusss… satu persatu truk, mobil pribadi bahkan bus AKDP akhirnya terkalahkan.

Persis pukul 01.00 dinihari aku sampai rumah. Dan benar saja, ternyata mertua masih terjaga menunggu kepulangan menantu kesayangannya. 🙂  Sedang sang istri sudah terlelap mungkin karena terlalu capek menunggu suaminya gak pulang-pulang. (Kayak Bang Toyib aja)

Andaikata, aku nginep di Magelang. Mungkin mertua tidak bisa tidur. Hehe.. maafkan daku ya pak.

Capek memang, tapi perasaan itu hilang tatkala melihat foto hasil Jepretan Kamera Handphone, mengenang kegiatan acaranya, Goodybag dan membuka Kompasiana.Com.

Narsis Abis Biar Eksis

Narsis Abis Biar Eksis (Foto: Dokpri)

Salam Kompasianer

Lomba Blog Membuatku KAPOK

Magelang: Kota Sejuta Bunga, Sejuta Kenangan

Related posts
Your comment?
Leave a Reply